Opac UNIA
Masuk ke Member Area

ISLAMIC ENTREPRENEURSHIP Konsep Berwirausaha Ilahiyah Konsep Berwirausaha Ilahiyah | Opac UNIA

Text

ISLAMIC ENTREPRENEURSHIP Konsep Berwirausaha Ilahiyah Konsep Berwirausaha Ilahiyah


Entrepreneurship sampai saat ini dianggap sebagai solusi ideal terhadap
keterpurukan ekonomi, pengangguran, maupun krisis lainnya. Entreprenuership
merupakan disiplin ilmu, seni dan keterampilan memanfaatkan berbagai
peluang, dengan kreativitas dan inovasi yang dimiliki, bersaing, berjuang dan
sampai pada menikmati hasil usaha dengan rasa puas dan bersyukur atas segala
yang telah berhasil di dapatkan.
Islam sebagai agama yang senantiasa menjadi petunjuk kepada jalan
yang lurus (sirat al-mustaqiin) dan rahmat al-lil alamiin mengharuskan setiap
umatnya untuk berusaha, menggali dan memanfaatkan berbagai sumber daya
alam yang tersedia (QS. As-Sajadah [32]: 27, Abasa [80]: 25, Ar-Rad [13]:
3-4, Al-Maidah [5]: 96, Ar-Rahman [55]: 24, An-Nahl [16]: 14, Nuh [71]: 19-
20) sebagai mengimplementasikan visi dan misi khalifah dan Abdullah yang
diamanahkan Allah SWT kepada-Nya. Maka menjadi entrepreneurship bagian
dari ibadah kepada Allah SWT. Selain itu, pentingnya Islamic Entrepreneurship
diharapkan rizki yang menumpuk akan menetes ke bawah sehingga mampu
membawa kemakmuran bagi kaum dhuafa khususnya dan bernilai keberkahan
bagi si penyantun (QS. Al-Qalam [68]: 17-33, Al-Baqarah [2]: 261-274)). Sebab
orang muslim tidak dibenarkan menumpuk-numpuk harta dan menghitunghitungnya sehingga menyebabkan lalai (QS. At-Takatsur [102]: 1-8, Ali Imran
x Islamic Entrepreneurship: Konsep Berwirausaha Ilahiyah
[3]: 14, Al-Hadid []: 20), ia wajib mengeluarkan hak bagi kaum fakir miskin
sesuai dengan tuntutan syariah (QS. At-Taubah [9]: 34-35, Al-An’am [6]: 152,
Al-Furqan [25]: 67, Al-Isra’ [17]: 26-27).
Entrepreneurship merupakan kegiatan mulia, telah dilakukan sejak
zaman Nabi-Nabi Allah SWT hingga Nabi Muhammad SAW. Imam
Syafi’i menyatakan bahwa pencaharian yang paling baik adalah berbisnis
(berwirausaha). Senada dengan itu, Al-Mawardhi menyatakan bahwa mata
pencaharian yang paling baik ialah pertanian, berwirausaha (berdagang), dan
kerajinan. Maka tidak berlebihan jika kemudian aktivitas berwirausaha sangat
ditekankan oleh Rasulullah S.A.W. Tujuannya agar umatnya tidak berpangku
tangan, dan berharap dengan berdoa saja. Berdoa tanpa usaha tidak bernilai
apa-apa.


Ketersediaan
#
My Library (SLIMS) BOO370.30
PAI2. 59
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
BOO370.30
Penerbit
: .,
Deskripsi Fisik
Hal. xvi + 250, Uk. 15,5 x 23 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cetakan Pertama, 2021
Subjek
Info Detail Spesifik
Soft file
Pernyataan Tanggungjawab
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar